Letjen TNI (Purn.) Bambang Sugeng

Perencana Serangan Umum 1 Maret 1949, KSAD ke-3, & Diplomat Ulung

Pahlawan Nasional Militer Diplomat Pahlawan

Sosok penting dalam sejarah Indonesia yang kontribusinya sering terlupakan. Sebagai perencana Serangan Umum 1 Maret 1949, ia membuktikan eksistensi Republik Indonesia kepada dunia internasional.

Letjen TNI (Purn.) Bambang Sugeng
1913 - 1977

Pengenalan

Letnan Jenderal TNI (Purn.) Bambang Sugeng (juga dieja Bambang Soegeng) adalah tokoh penting dalam sejarah militer dan diplomasi Indonesia. Lahir di Tegalrejo, Magelang pada 31 Oktober 1913, beliau wafat pada 22 Juni 1977 dan dimakamkan di Temanggung, Jawa Tengah.

Meskipun jasanya sangat besar, nama Bambang Sugeng kurang dikenal publik dibandingkan tokoh-tokoh perjuangan lainnya. Halaman ini bertujuan mengenang dan menyebarkan informasi tentang kontribusinya bagi bangsa Indonesia.

Garis Waktu Perjalanan Hidup

Masa Awal & Pendidikan

1913 - 1943

Lahir di Tegalrejo, Magelang. Menempuh pendidikan di HIS, MULO Purwokerto, dan AMS Yogyakarta. Sempat kuliah di Rechts Hoge School Jakarta sebelum pendudukan Jepang. Bergabung dengan PETA (Pembela Tanah Air) pada 1943.

Masa Revolusi Kemerdekaan

1945 - 1949

Menjadi salah satu pendiri BKR/TKR di Temanggung. Memimpin pasukan dalam Agresi Militer Belanda I & II sebagai Panglima Divisi III/GM III. Merencanakan Serangan Umum 1 Maret 1949 yang membuktikan eksistensi RI kepada dunia.

Puncak Karier Militer

1950 - 1955

Menjadi Panglima Divisi I/Brawijaya (1950). Diangkat sebagai Kepala Staf TNI AD (KSAD) ke-3 (1952-1955). Berperan sebagai figur pemersatu TNI AD pasca Peristiwa 17 Oktober 1952. Memelopori sistem Nomor Registrasi Pusat (NRP) dengan NRP 10001.

Karier Diplomatik

1956 - 1966

Bertugas sebagai Duta Besar RI untuk Vatikan (1956-1960), Jepang (1960-1964), dan Brasil (1964-1966). Berperan penting dalam penyelesaian masalah pampasan perang dengan Jepang dan lobi terkait sengketa Papua.

Warisan & Penghargaan

1977 - Sekarang

Wafat pada 22 Juni 1977. Dimakamkan di Kompleks Monumen Kali Progo, Temanggung sesuai wasiatnya. Dinaikkan pangkatnya secara anumerta menjadi Letnan Jenderal (Kehormatan) pada 1 November 1997. Diusulkan sebagai Pahlawan Nasional oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah pada 2010.

Kontribusi Penting

Serangan Umum 1 Maret 1949

Sebagai Panglima Divisi III/GM III, Bambang Sugeng mengeluarkan Perintah Siasat No. 4/SD/Cop/I dan Instruksi Rahasia tanggal 18 Februari 1949 kepada Letkol Soeharto untuk menyerang Yogyakarta. Serangan ini membuktikan eksistensi RI dan memperkuat posisi Indonesia dalam perundingan dengan Belanda.

Diplomasi dengan Jepang

Sebagai Duta Besar RI untuk Jepang (1960-1964), berhasil menyelesaikan masalah pampasan perang senilai sekitar 223 juta dolar AS. Uang ini digunakan untuk pembangunan nasional dan beasiswa pendidikan pemuda Indonesia di Jepang.

Pemersatu TNI AD

Sebagai KSAD, berhasil menjembatani perpecahan internal TNI AD pasca Peristiwa 17 Oktober 1952. Menggagas Konferensi Yogya dan Piagam Djogja 1955 untuk menguatkan solidaritas internal tentara.

Teladan Integritas

Dikenal sebagai sosok sederhana dan taat aturan. Kisah terkenalnya saat sebagai KSAD, ia ditegur dan dihentikan polisi lalu lintas di Yogyakarta karena melanggar lampu merah, dan menerimanya dengan lapang dada tanpa memanfaatkan jabatannya.

Fakta Singkat

Lahir

31 Oktober 1913, Tegalrejo, Magelang

Wafat

22 Juni 1977 (umur 63)

Dimakamkan

Kompleks Monumen Kali Progo, Temanggung

Pangkat Terakhir

Letnan Jenderal TNI (Anumerta, 1997)

Jabatan Penting

KSAD ke-3 (1952-1955)

Status Pahlawan

Diusulkan sebagai Pahlawan Nasional (2010), belum ditetapkan

NRP (Nomor Registrasi Pusat)

10001

NRP pertama dalam sistem TNI

Penugasan Diplomatik

Duta Besar untuk Vatikan

1956 - 1960

Memperkenalkan Pancasila dan membuka pintu persahabatan RI-Vatikan

Duta Besar untuk Jepang

1960 - 1964

Menyelesaikan pampasan perang, protes keras terhadap rencana pendaratan kapal induk Belanda di Tokyo

Duta Besar untuk Brasil

1964 - 1966

Menjalin hubungan diplomatik dengan negara Amerika Selatan

Referensi & Buku

Buku Biografi

"Panglima Bambang Sugeng" karya Edi Hartoto (2009/2012)

Tersedia di Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta, Perpustakaan Nasional RI, dan Perpustakaan Kemlu

Sampul Buku Panglima Bambang Sugeng

Klik gambar untuk melihat detail dan membeli buku

Beli Buku "Panglima Bambang Sugeng" di Gramedia

Klik untuk membeli versi digital buku biografi lengkap

Artikel Jurnal

"Tinjauan Historis Peran Panglima Bambang Sugeng dalam Serangan Umum 1 Maret 1949"

Tersedia di jips.fkip.unila.ac.id

Arsip

Arsip Kementerian Luar Negeri tentang karier diplomatiknya

Bambang Sugeng adalah salah satu pahlawan besar Indonesia yang datanya paling minim dan tidak banyak dikenal masyarakat luas.